Dalam hidup, seringkali kita mengalami kekecewaan maupun kesedihan. Terutama saat sesuatu yang diharapkan atau dicita-citakan tidak terwujud. Membiasakan diri dengan Sesuatu yang tidak kita inginkan tentu bisa sangat melelahkan.

Dalam kondisi sedih ataupun kecewa, sulit rasanya merencanakan alternatif yang bisa mengembalikan kebahagiaan. Namun, penelitian Bonanno (2004) menunjukkan bahwa kita sering kali lebih kuat daripada yang kita pikirkan, dan kebahagiaan yang kita rasakan bisa saja terjadi dengan cara dan sebab yang tidak pernah kita duga.

Berikut adalah empat strategi yang dapat membantu kita mengatasi kesedihan ketika suatu hal tidak sesuai dengan yang kita rencanakan:

Biarkan dulu hati kita berduka

Kesedihan bisa terjadi karena kehilangan orang yang dicintai, karier, atau cita-cita yang tidak tercapai.

Kesedihan perlu diakui dan dihargai agar kita dapat merasakan hal-hal positif di sekitar kita dan mengatasi keadaan sulit. Penelitian tentang kesedihan telah membuktikan bahwa ketika kesedihan tidak diakui sebagai hal yang sah atau wajar dalam kehidupan, mereka yang mengalami kesedihan cenderung tidak menerima dukungan atau hal-hal positif di sekelilingnya. Ini tentu dapat membahayakan kesehatan mental mereka. Sebagai permulaan, sekadar menyadari bahwa pengalaman menyakitkanlayak untuk dikasihani bisa sangat bermanfaat.

Jangan mengidealkan kehidupan orang lain

Ketika mengalami kehilangan, kita cenderung tidak memperhatikan penderitaan orang lain karena hanya melihat kebahagiaan yang mereka tampakkan. Menyadari bahwa kita tidak memiliki gambaran lengkap tentang kehidupan orang lain dapat membantu kita memperhatikan dan mendukung perjuangan mereka serta merasa lebih puas dengan hidup kita sendiri.

Nikmati hal-hal baik

Dalam kondisi sedih, kita mungkin akan sangat sulit membayangkan bagaimana untuk berbahagia. Meski kita sedang mengalami kesedihan, kita tetap harus mengijinkan diri kita untuk bahagia dan menikmati kegembiraan yang mungkin masih ada dalam hidup kita. Penelitian Hurley (2013) menunjukkan bahwa kemampuan untuk menikmati pengalaman positif (bahkan hal-hal sederhana seperti menghabiskan waktu di alam atau makan enak) berpengaruh positif terhadap kesejahteraan batin.

Bayangkan kembali kehidupan yang memuaskan

Mengubah cara pandang tentang hidup kita menjadi seperti perjalanan pahlawan dapat membantu kita menemukan makna dan tujuan hidup yang lebih besar. Kita mungkin berharap semua rencana berjalan lancar, tetapi kehidupan dengan tantangan tak terduga juga bisa menjadi lebih bermakna. Ketika orang memikirkan kehidupan mereka dengan cara yang menyerupai “perjalanan pahlawan menghadapi tantangan” mereka lebih mampu bangkit kembali di masa-masa penuh tekanan dan merasakan tujuan yang lebih besar.

Sebagai catatan akhir, rencana-rencana indah tidak memberikan jaminan kebahagiaan. Bahkan orang yang mendapatkan semua yang mereka inginkan pun tidak kebal terhadap kekecewaan, kesedihan, dan penyesalan.

Referensi:

Bonanno, G. A. (2004). Loss, trauma, and human resilience: Have we underestimated the human capacity to thrive after extremely aversive events? American Psychologist, 59 (1), 20–28.

Hurley D. B., Kwon P. (2013). Savoring helps most when you have little: interaction between savoring the moment and uplifts on positive affect and satisfaction with life. Journal of Happiness Studies, 14, 1261–1271.

Categories: Uncategorized

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *